Menembus "Africa van Java": Simfoni Alam di Jalur Timur
JURNALOTO.COM - Setelah menempuh perjalanan pembuka dari Surabaya, hari kedua "Sunrise Of Java Expedition" membawa para penjelajah memasuki gerbang keajaiban alam Jawa Timur yang sesungguhnya. Mengandalkan ketangguhan Honda ADV160 RoadSync, perjalanan kali ini bukan sekadar melintasi jalan raya, melainkan sebuah tarian di atas aspal yang membelah waduk raksasa hingga sabana yang liar.
Keajaiban di Waduk Bajulmati: "Labuan Bajo"
Milik Jawa Timur
Pagi hari di Situbondo diawali dengan pengecekan standar
pada armada Honda ADV160. Setelah mesin dipanaskan, kami langsung bergerak
menuju destinasi pertama: Waduk Bajulmati. Begitu memasuki area waduk,
pemandangan seketika berubah. Gugusan bukit kecil di tengah hamparan air biru
yang luas menciptakan panorama yang sering dijuluki sebagai "Labuan
Bajo-nya Jawa".
Di sini, fitur navigasi pada panel meter RoadSync terbukti
sangat membantu rombongan menemukan titik pandang terbaik tanpa harus sering
berhenti membuka ponsel. Para peserta menyempatkan diri sejenak untuk menangkap
momen sinematik, di mana desain tangguh ADV160 bersanding serasi dengan latar
belakang air yang tenang dan perbukitan hijau.
Menaklukkan Panas dan Angin di Sabana Baluran
Perjalanan berlanjut menuju Taman Nasional Baluran.
Begitu melewati gerbang masuk, karakter medan berubah drastis. Jalan lurus yang
seolah tak berujung membelah padang sabana yang menguning di bawah terik
matahari. Inilah yang dikenal sebagai "Africa van Java".
Di jalur ini, performa aerodinamis dan stabilitas ADV160
diuji oleh angin samping yang cukup kencang. Penggunaan adjustable
windscreen sangat terasa manfaatnya, melindungi pengendara dari terpaan
angin langsung saat melaju di kecepatan tinggi. Sesekali, rombongan harus
memperlambat laju karena adanya kawanan monyet ekor panjang yang melintas,
memberi kesan petualangan liar yang autentik.
Tidak hanya soal kecepatan, kenyamanan suspensi sub-tank
belakang ADV160 memberikan redaman yang luar biasa saat rombongan harus
melintasi beberapa ruas jalan yang bergelombang di area dalam taman nasional,
memastikan rider tidak cepat lelah meskipun cuaca sedang berada di puncaknya.
Menuju Keheningan: Alas Purwo Menanti
Saat matahari mulai bergeser ke arah barat, menciptakan
cahaya keemasan atau golden hour, kami mulai bergerak meninggalkan
Baluran menuju arah selatan. Pemandangan sabana yang terbuka perlahan berganti
menjadi rimbunnya hutan jati yang menjulang tinggi saat memasuki kawasan
perbatasan Alas Purwo.
Perjalanan hari kedua ini ditutup dengan suasana yang
kontras dari pagi hari. Jika pagi tadi penuh dengan semangat keceriaan di air
dan sabana, sore itu diakhiri dengan ketenangan di area peristirahatan dekat
pintu masuk hutan tertua di Jawa. Di bawah langit Banyuwangi yang mulai
berbintang, kami beristirahat, mengisi kembali tenaga untuk puncak ekspedisi di
hari ketiga.
Besok, petualangan akan mencapai titik terdalamnya. Kami
akan masuk ke jantung spiritual Alas Purwo dan mengakhiri perjalanan di
perkemahan Muara Mbaduk.
.jpeg)


Gabung dalam percakapan