#Cari_Aman untuk Pelajar, Pastikan 17 Tahun dan Punya SIM
JURNALOTO.COM - Maraknya siswa sekolah yang menggunakan sepeda motor ke sekolah saat ini menimbulkan keprihatinan, terutama terkait aspek keselamatan dan kematangan usia pengendara. Padahal aturan sudah jelas, yakni minimal berusia 17 tahun.
Fenomena ini membutuhkan perhatian serius dari orang tua dan
sekolah. Pasalnya, kecelakaan lalu lintas masih kerap melibatkan pelajar yang
belum memenuhi syarat usia maupun kesiapan berkendara.
Ada beberapa alasan mengapa anak di bawah usia 17 tahun
belum diperbolehkan mengendarai sepeda motor. Dari sisi psikologis, pada usia
tersebut seseorang dinilai sudah lebih mampu fokus dalam mengambil keputusan
serta mulai mengendalikan emosi saat berada di jalan. Sementara itu, anak di
bawah 17 tahun bisa saja telah matang secara fisik, namun belum tentu siap
secara mental.
Selain itu, dari sisi fisik, rata-rata pada usia 17 tahun
seseorang memiliki postur tubuh yang lebih ideal untuk mengendarai sepeda
motor. Postur yang belum optimal dapat memengaruhi keseimbangan dan teknik
berkendara, sehingga berisiko terhadap keselamatan.
Oleh karena itu, setiap pengendara diwajibkan memiliki Surat
Izin Mengemudi (SIM) sebagai bukti telah memenuhi persyaratan administrasi,
sehat jasmani dan rohani, memahami peraturan lalu lintas, serta terampil
mengendarai kendaraan bermotor. Untuk sepeda motor, pengendara yang telah
memenuhi syarat dapat memiliki SIM C.
“Momentum Hari Pendidikan Nasional ini menjadi pengingat
pentingnya peran orang tua dalam membentuk kebiasaan aman anak, termasuk tidak
memberikan izin berkendara sebelum usia 17 tahun dan memiliki SIM. Melalui
sinergi bagi negeri bersama Dinas Perhubungan dan Kepolisian, kami terus
mengedukasi pelajar agar memiliki kesadaran dan kedisiplinan dalam berkendara
serta selalu mengutamakan #Cari_Aman di jalan,” ujar Suhari, Marketing
Communication & Development Division Head MPM Honda Jatim
MPM Honda Jatim secara konsisten menggelar edukasi
keselamatan berkendara melalui berbagai program pelatihan bagi pelajar dan
masyarakat, baik melalui kegiatan di sekolah maupun di Safety Riding Center
Sidoarjo. Hingga saat ini, lebih dari 20.000 generasi muda dari tingkat
menengah hingga perguruan tinggi di Jawa Timur telah mendapatkan edukasi safety
riding sebagai bagian dari komitmen membangun budaya berkendara yang aman.
Sebagai bagian dari komitmen tersebut, MPM Honda Jatim juga
membangun Safety Riding Lab Astra Honda di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen sebagai
wujud sinergi dengan dunia pendidikan dalam menghadirkan pembelajaran
keselamatan berkendara yang berkelanjutan.
MPM Honda Jatim mengajak seluruh orang tua dan pihak sekolah
untuk bersama-sama berperan aktif dalam mengawasi serta memberikan edukasi
kepada anak-anak agar mematuhi aturan berkendara. Dengan disiplin sejak dini,
diharapkan dapat tercipta generasi muda yang lebih peduli, bertanggung jawab,
dan selalu mengutamakan keselamatan melalui semangat #Cari_Aman di setiap
perjalanan.

Gabung dalam percakapan